Tuesday 14th of April 2026

Anggaran Kaos Kaki SPPG Rp6,9 Miliar, Dampak Kontroversi Anggaran Perlengkapan terhadap Program Makan Bergizi Gratis

Anggaran Kaos Kaki SPPG Rp6,9 Miliar, Dampak Kontroversi Anggaran Perlengkapan terhadap Program Makan Bergizi Gratis

--

ARGOSAX.ID – Viral di media sosial, anggaran kaos kaki untuk petugas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mencapai angka Rp6,9 miliar. Harga seratus ribu rupiah untuk sepasang kaos kaki tanpa merek ini pun kini dipertanyakan urgensinya dibandingkan alokasi dana untuk menu makanan bergizi bagi anak-anak.

Kaos kaki SPPG merujuk pada pengadaan kaos kaki oleh Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai bagian dari perlengkapan dinas untuk petugas di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). SPPG sendiri merupakan unit pengelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berfungsi sebagai dapur pusat di daerah-daerah.

Baca: Modus Penipuan CBB Travel Terbongkar: Noviyanti Malafitri Dilaporkan ke Polres Tangsel Atas Dugaan Penggelapan

Baca: Dendam Mafia Obat! Sosok di Balik Bos Tramadol Culik Admin Sosmed Diduga Terkait Sering Viralkan Peredaran Obat Keras

Baca: Bebas Penjara! Ini Syarat Ketat yang Harus Dijalani Doni Salmanan Setelah Bebas Bersyarat April 2026

Berdasarkan data rencana belanja tahun 2025 yang terekam dalam sistem pengadaan, Badan Gizi Nasional (BGN) mengalokasikan dana sekitar Rp6,9 miliar hanya untuk kebutuhan kaos kaki petugas SPPG. Yang memicu perdebatan di ruang publik bukanlah jumlah kuantitasnya semata, melainkan harga satuan yang tercantum di e-katalog. Untuk satu pasang kaos kaki lapangan, harga yang dipatok menyentuh angka Rp100.000.

Kritik tajam pun berdatangan dari berbagai lapisan masyarakat dan pengamat kebijakan publik. Banyak yang menilai harga tersebut tidak wajar untuk sebuah produk kaos kaki yang dilaporkan belum memiliki merek ternama atau sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI).

Jika dibandingkan dengan harga pasar untuk kaos kaki kualitas serupa, angka Rp100.000 dianggap terlalu premium bagi instansi yang baru saja dibentuk dan memiliki misi sosial yang sangat mendesak.

Source:

Update Terbaru

RELATED POST