Dendam Mafia Obat! Sosok di Balik Bos Tramadol Culik Admin Sosmed Diduga Terkait Sering Viralkan Peredaran Obat Keras
--
Yang membuat netizen makin geram adalah tindakan pelaku yang mengikat tangan korban dan menyeretnya secara paksa masuk ke dalam sebuah mobil minibus yang sudah menunggu di pinggir jalan. Aksi ini dilakukan secara terang-terangan di ruang publik, seolah-olah para pelaku tidak takut dengan keberadaan kamera pengawas maupun saksi mata di sekitar lokasi.
Dugaan kuat mengarah pada motif dendam dari pihak yang kerap disebut sebagai "Bos Tramadol". Akun Serigala Bekasi sendiri selama beberapa bulan terakhir memang menjadi momok menakutkan bagi para pengedar obat terlarang. Mereka rutin membagikan lokasi "warung kelontong" yang diam-diam menjual pil kuning (eximer) dan Tramadol kepada remaja dan anak sekolah.
Baca: Usai Bongkar Borok Alexander Assad, Clara Shinta Pilih Minta Maaf dan Tolak Undangan Podcast
Kabar penculikan ini langsung memicu reaksi keras dari netizen. Tagar #SaveAdminBekasi dan desakan kepada pihak kepolisian untuk segera bertindak mulai menggema.
Masyarakat merasa jika kasus ini dibiarkan, maka kebebasan bersuara dan upaya warga untuk membersihkan lingkungannya dari narkoba akan mati kutu di bawah ancaman premanisme.
Pihak kepolisian wilayah Bekasi dilaporkan sudah mengantongi bukti rekaman CCTV dan tengah melakukan pengejaran terhadap plat nomor kendaraan yang digunakan pelaku.
Kasus ini menjadi alarm bagi aparat keamanan bahwa peredaran obat terlarang bukan lagi sekadar masalah kesehatan masyarakat, melainkan sudah masuk ke ranah kriminalitas terorganisir yang berani menantang hukum secara terbuka.
Kini, publik menanti tindakan tegas dari kepolisian untuk segera membebaskan korban dan menyeret "Bos Tramadol" beserta kaki tangannya ke meja hijau.