Anjlok! Penyebab Melemahnya Rupiah Sampai Tembus Rp 18.038, Direktur Doo Financial Futures Sebut Karena Situasi Timur Tengah
--
BI meningkatkan intervensi untuk menahan pelemahan nilai tukar rupiah dan memastikan mekanisme pasar berjalan dengan baik. Di samping itu tetap memperkuat struktur suku bunga instrumen moneter pro-market guna menarik aliran modal masuk ke instrumen aset domestik.
Adapun intervensi dilakukan pada transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore, transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik, disertai dengan pembelian SBN di pasar sekunder.
Rupiah Melemah
Nilai tukar rupiah semakin melemah terhadap dollar Amerika Serikat (AS). Saat ini rupiah telah menembus level Rp 18.000 per dollar AS. Ini berarti nilai mata uang Indonesia melemah sekitar 90 poin dari penutupan sebelumnya Rp 17.925. Sementara berdasarkan data Google Finance, rupiah sempat tembus Rp 18.038 per dollar AS malam tadi. Pelemahan ini menjadi level terendah rupiah sepanjang sejarah.
Pada perdagangan sebelumnya, Rabu (3/6/2026) rupiah ditutup di level Rp 17.966,5 per dollar AS. Rupiah melemah hingga 127,5 poin atau 0,71 persen dibandingkan perdagangan hari sebelumnya.
Ariston Tjendra sempat memperkirakan, rupiah bakal tembus Rp 18.000 per dollar AS pada perdagangan pekan ini. Sebab, pergerakan rupiah bergantung pada perkembangan geopolitik global sehingga selama kondisi di Timur Tengah masih bergejolak, rupiah masih berpotensi bergerak melemah. "Rupiah versus dollar AS sangat rentan dengan isu eksternal. (Pelemahan rupiah) bisa sejauh mungkin kalau masalah (Iran-AS) gak beres-beres," kata Ariston kepada Kompas.com, Rabu.
Itulah informasi mengenai Rupiah Melemah sampai Rp 18.000 per Dollar AS yang perlu kamu tahu. Ikuti kami terus untuk dapatkan informasi terbaru seputar topik favoritmu!