Friday 5th of June 2026

Anjlok! Penyebab Melemahnya Rupiah Sampai Tembus Rp 18.038, Direktur Doo Financial Futures Sebut Karena Situasi Timur Tengah

Anjlok! Penyebab Melemahnya Rupiah Sampai Tembus Rp 18.038, Direktur Doo Financial Futures Sebut Karena Situasi Timur Tengah

--

ROOT ARGOSAX -  Ini dia informasi mengenai Penyebab Dollar 18 Ribu yang sedang ramai diperbincangkan dan sudah kami rangkum buatmu. Simak terus artikel di bawah ini biar nggak ketinggalan informasinya!

Belakangan ini banyak sekali kabar menghebohkan yang membuat warganet geleng-geleng kepala. Salah satu berita menghebohkan tersebut adalah melemahnya nilai rupiah terhadap dollar AS yang mencapai Rp 18.000.

Ingin tahu lebih lanjut? baca artikel ini sampai habis ya!

Baca: HEBOH! Melaney Ricardo Disindir Tak Bayar Fee Narasumber Podcast? Begini Fakta di Baliknya

Baca: Dua Preman Tendang Perut Ibu Hamil di Deli Serdang, Langsung Jalani Pemeriksaan Begini Kondisi Wanita dan Kandungannya

Baca: Profil dan Biodata Rio Lahskart, Penyanyi Berbakat Alumni Indonesian Idol yang Dapat Julukan Powerful Voice

Penyebab Melemahnya Rupiah

Presiden Direktur PT Doo Financial Futures, Ariston Tjendra menjelaskan salah satu tekanan yang menjadi penyebab rupiah melemah adalah terhadap belum meredanya konflik di Timur Tengah antara AS dan Iran. Kondisi tersebut membuat investor global tetap memburu dollar AS sebagai aset aman (safe haven) sehingga nilai tukar dollar AS meningkat.

"Situasi masih belum beres di Timur Tengah, masih belum jelas apakah perdamaian akan terjadi dalam waktu dekat. AS dan Iran masih terlihat saling serang. Dengan situasi ini, dollar masih kuat sebagai aset safe haven," ungkapnya.

Tidak hanya menimpa Indonesia, nyatanya situasi melemahnya mata uang juga dialami negara tetangga. Seperti contohnya Malaysia, Ringgit terkoreksi 0,55% ke posisi MYR 4,012/US$.

Selain rupiah dan ringgit, dong Vietnam melemah 0,17% ke posisi VND 26.335/US$, dolar Taiwan turun 0,14% ke posisi TWD 31,5/US$, dan yuan China terdepresiasi ke posisi CNY 6,775/US$ terkoreksi 0,09%.

"Secara umum, pelemahan rupiah masih sejalan dengan regional, secara year to date melemah -7,44%," ujarnya.

Source:

Update Terbaru

RELATED POST