Dari Pembersihan Sungai Lokal Menuju Pengakuan Global, Pandawara Group Raih Guinness World Records!
--
Menggunakan peralatan seadanya, mereka mulai turun langsung mengeruk sampah dari sungai, selokan, sampai dengan pantai-pantai yang terbengkalai.
Baca: Profil dan Biodata Natasha Abigeyl, Baru Dilamar Owner Sambel Bakar Indonesia Iben MA di New Zealand
Aksi tersebut secara konsisten mereka dokumentasikan dan unggah ke media sosial. Gaya penyampaian yang jujur, tanpa pamrih, dan menyentuh realitas lapangan nampaknya berhasil mengetuk kesadaran jutaan pasang mata, tidak hanya di dalam negeri, tetapi juga menarik perhatian netizen serta komunitas internasional.
Mengubah Paradigma Konten Media Sosial
"Kami ingin menunjukkan bahwa peduli pada lingkungan itu bukan hal yang membosankan atau sekadar teori di atas kertas. Media sosial adalah alat yang sangat kuat jika digunakan untuk menggerakkan aksi nyata bersama," ujar salah satu personel Pandawara Group dalam sebuah kesempatan.
Guinness World Records melihat apa yang dilakukan oleh Pandawara Group melampaui sekadar angka keviralann. Mereka dianggap berhasil memanfaatkan algoritma media sosial sebagai upaya membangun sebuah gerakan sosial (social movement) yang masif di kalangan generasi muda (Gen Z dan Milenial) untuk lebih peduli terhadap isu pengelolaan sampah plastik.
Mengatasi sampah dapat dilakukan secara efektif melalui prinsip 3R (Reduce, Reuse, dan Recycle). Mulailah dari rumah dengan memilah sampah, mengolah sisa makanan menjadi kompos, dan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Langkah ini membantu mencegah penumpukan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Himbauan untuk membuang sampah pada tempatnya bertujuan untuk menjaga kebersihan, mencegah banjir, serta menghindari penyebaran penyakit. Kebiasaan sederhana ini merupakan bentuk tanggung jawab individu terhadap lingkungan demi kenyamanan bersama.