Profil dan Biodata Natasha Abigeyl, Baru Dilamar Owner Sambel Bakar Indonesia Iben MA di New Zealand
--
ARGOSAX – Sambal Bakar Indonesia Group (SBIG mengumumkan akuisisi mereka terhadap merek Eat Sambel yang memiliki valuasi ratusan miliar rupiah. Akuisisi tersebut merupakan penanda babak baru ekspansi besar SBIG sebagai upaya memperkuat portofolio bisnis. Berikut ini merupakan profil dan biodata Natasha Abigeyl, atau yang dikenal sebagai tunangan Iben MA owner Sambel Bakar Indonesia.
"SBIG memiliki misi membangun ekosistem kuliner sambal yang kuat dan terintegrasi. Eat Sambel sudah punya fondasi digital solid, basis pelanggan yang luas, dan positioning yang relevan di pasar sambal online. Dengan menggabungkan kekuatan ini, kami ingin memperkuat rantai pasok, inovasi produk, hingga ekspansi ke seluruh Indonesia," jelas Renaldo.
Eat Sambel terkenal sebagai salah satu pionir sambal online yang populer di kalangan pelanggan digital karena menghadirkan sambal otentik dengan sentuhan modern. Berangkat dari dapur rumahan, kini Eat Sambel sidah menjual lebih dari 26 juta botol di seluruh Indonesia dan meraih berbagai penghargaan di marketplace.
Baca: Dugaan Penyalahgunaan Kredit SK Pensiun BRI Sumenep, Pihak Bank Tutupi Banyaknya Kejanggalan
Director of Corporate Communication & Relations SBIG, Benjamin Master A. Surya mengatakan pasca mengakuisisi Eat Sambel, SBIG menargetkan sinergi pada tiga sektor utama. Pertama pada sisi produk dengan menggabungkan kekuatan inovasi resep serta varian rasa dari kedua brand sehingga akan memperkaya portofolio sambal siap saji di pasar nasional.
Kedua dari sisi operasional akan terdapat integrasi gudang, distribusi, dan rantai pasok untuk meningkatkan meningkatkan efisiensi logistik secara signifikan. Ketiga dalam hal brand identity dengan menjaga Eat Sambel sebagai sub-brand di bawah SBIG, dengan karakter khasnya.
Mengacu pada pendapat Benjamin, dengan menyatukan dua brand yang sama-sama kuat, SBIG kini berada pada posisi yang lebih strategis di industri sambal modern. Akuisisi ini meningkatkan probabilitas SBIG memperkuat kehadiran rantai pasok, kualitas produk, dan perluasan pasar.
Dengan akuisis ini, SBIG memaksimalkan target sebagai upaya peningkatan kontribusi FMCG menjadi lebih dari 50% dari total revenue dalam jangka waktu 5 hingga 10 tahun ke depan, sekaligus memperkuat posisi sebagai brand kuliner nasional berbasis budaya rasa nusantara.