Mahasiswi di Makassar Disekap dan Diperkosa, Pelaku Lancarkan Aksi Lewat Lowongan Pekerjaan Babysitter
--
Korban Merupakan Penerima Beasiswa
Peristiwa ini menjadi perhatian khusus Bupati Nunukan, Irwan Sabri. Ia mengutus Kesbangpol segera memetakan kasus, menghubungi kedua orang tua korban, kemudian membantu segala yang diperlukan keluarga serta korban.
"Berikan bantuan dan kemudahan keluarga untuk berangkat ke Makassar menemui putrinya. Kalau diperlukan pendampingan psikolog atau pengacara, Pemda tanggung semua biayanya," ketannya.
Ia juga sudah memerintahkan Dinas Sosial untuk memastikan adanya pendampingan dan juga pemulihan trauma yang dialami korban. "Saya turut sedih atas peristiwa ini, atas nama Pemerintah Daerah Nunukan, kami siap membantu semua yang dibutuhkan. Kasus ini menjadi atensi kami di Polrestabes Makassar agar segera diselesaikan," ungkap dia.
Diketahui, korban adalah seorang penerima beasiswa dari Pemprov Kaltara yang dialokasikan untuk mahasiswa berprestasi dan kurang mampu. Berdasarkan laporan yang diterima Bupati Nunukan, mahasiswi tersebut diduga menjadi korban penyekapan dan pemerkosaan di kawasan perumahan elite Barombong, di Kecamatan Tamalate, Kota Makassar.
Korban yang berniat mencari uang untuk kebutuhannya selama kuliah, tertipu postingan di media sosial yang menawarkan lowongan kerja untuk baby sitter/pengasuh bayi. Seusai mengirimkan lamaran kerja, Jumat 8 Mei 2026, korban dihubungi agar datang ke sebuah rumah yang beralamat di Kelurahan Barombong dan diminta menginap.
Korban akhirnya dibawa ke polisi sebagai upaya mendapatkan pendampingan dari Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Makassar, serta Badan Perlindungan Anak (BPA) guna memulihkan trauma.