Monday 11th of May 2026

BGN Bangun Lebih dari 30 Dapur MBG di Lapas, Diprediksi Akan Beroperasi Pada Akhir Mei 2026

BGN Bangun Lebih dari 30 Dapur MBG di Lapas, Diprediksi Akan Beroperasi Pada Akhir Mei 2026

--

Penghuni Lapas Dipekerjakan di Dapur MBG

Hal yang menarik dari program ini yakni adanya pelibatan aktif para penghuni lapas. Dapur MBG bukan sekedar bangunan fisik di atas lahan negara, namun adalah ruang pemberdayaan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).

Baca: Sinopsis dan Link Nonton Drama Korea Reverse (2026) Full Episode Subtitle Indonesia, Ham Myo Jin Ungkap Misteri Masa Lalu

Baca: Nonton Drama Korea My Royal Nemesis (2026) Episode 3-4 Subtitle Indonesia, Dashim Adaptasi di Dunia Modern

Setiap unit dapur rata-rata mempekerjakan 46 hingga 48 orang, di mana 20 orang di antaranya adalah warga binaan yang telah dinyatakan kompeten. Pihak penyelenggara merinci bahwa mereka tidak dipilih secara acak, namun tentunya sudah melalui penilaian ketat yang mencakup aspek kesehatan hingga kemampuan teknis.

Tak hanya sekedar mengisi waktu, para warga binaan ini juga mendapatkan upah sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras mereka. Program ini harapannya dapat menjadi bekal keahlian yang nyata bagi mereka seusai kembali ke masyarakat kelak.

Setiap dapur MBG berdiri di atas lahan dengan luas 350 hingga 400 meter persegi milik lapas. Secara administratif, Badan Gizi Nasional (BGN) tetap mengikuti prosedur resmi dengan membayar sewa lahan sebagai Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Dukungan penuh juga datang dari Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto. Hingga saat ini, Ditjenpas sudah memastikan standar kualitas yang tinggi dengan tercatatnya 469 dapur lapas serta rutan yang mengantongi sertifikat laik higienis, serta 754 warga binaan yang sudah lulus pelatihan teknis penyelenggaraan makanan.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bertujuan meningkatkan kesehatan dan kecerdasan anak, menekan stunting, serta meningkatkan konsentrasi belajar siswa. Program ini menyasar jutaan anak, ibu hamil, dan balita, sekaligus memperkuat SDM Indonesia menuju Indonesia Emas 2045 dan berpotensi meningkatkan kehadiran siswa di sekolah.

Update Terbaru

RELATED POST