Monday 11th of May 2026

Apa Itu Hantavirus? Waspada Pandemi Baru! Telah Ditemukan Lebih dari 200 Kasus Tersebar di Indonesia

Apa Itu Hantavirus? Waspada Pandemi Baru! Telah Ditemukan Lebih dari 200 Kasus Tersebar di Indonesia

--

ARGOSAX – Penularan hantavirus yang disebabkan dengan tikus tidak ditentukan oleh status hewan tersebut sebagai liar atau peliharaan. Faktor utama sebernarnya terletak pada spesies tikus yang menjadi reservoir virus tersebut. Pada artikel kali ini kita akan membahas tentang Hantavirus.

Unit Kerja Koordinasi Infeksi Penyakit Tropik IDAI sekaligus Guru Besar Bidang Ilmu PD3I Kedokteran Universitas Airlangga (UNAIR), dr. Dominicus Husada, menekankan bahwa penularan hantavirus tidak ditentukan oleh status tikus apakah liar atau peliharaan.

Apa Itu Hantavirus?

Dia menyebut, literatur ilmiah lebih menitikberatkan pada spesies tikus yang menjadi reservoir virus. Menurutnya, jenis tikus pembawa hantavirus mempunyai variasi bentuk tubuh, mulai dari ukuran kecil hingga ekor yang lebih panjang. Tetapi, dalam kajian medis, yang menjadi acuan utama tetap identifikasi spesies, bukan asal habitat tikus tersebut.

Baca: Profil dan Biodata Jennifer Coppen, Artis Sekaligus Konten Kreator Ternama yang Baru Saja Hadiri Pernikahan Sang Ayah

Baca: Baca Manhwa Lookism Chapter 608 Scan Indonesia, Semua Orang Dibuat Kebingungan dengan Hilangnya Kim Gitae

“Literatur tidak membedakan peliharaan atau tidak. Yang disebutkan itu nama spesiesnya. Ada yang kecil, ada yang berekor panjang, dan sebagainya. Jadi status peliharaan atau liar bukan pembeda utamanya, melainkan spesies tikusnya,” jelasnya melalui pemaparan, Jumat 8 Mei 2026.

Hantavirus disebabkan oleh virus, sedangkan leptospirosis disebabkan oleh bakteri Leptospirosis. Meski jalur penularannya dapat sama melalui urine tikus, akan tetapi dampak serta perjalanan penyakit yang ditimbulkan berbeda.

Dia mengungkap, leptospirosis sering ditemukan di wilayah seperti Jakarta ketika banjir. Pada kondisi berat, penyakit ini dapat menyebabkan gangguan hati hingga membuat penderita mengalami gejala kuning pada kulit dan mata.

Update Terbaru

RELATED POST