VIRAL! BK SMKN 2 Garut Lakukan Razia Rambut Berlebihan, Para Siswi Tuntut ke Jalur Hukum
--
Kepala Sekolah Akhirnya Buka Suara
Sementara itu, Kepala SMKN 2 Garut, Nur Fuqon, membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia mengungkap tindakan guru dilakukan sebagai upaya tanggung jawab terhadap kedisiplinan siswa.
Pihak sekolah mengungkap telah mengambil langkah penyelesaian secara kekeluargaan. Sekolah telah meminta maaf kepada orang tua serta para siswi, serta terus bberupaya bertanggung jawab atas dampak yang ditimbulkan.
“Pemotongan rambut dilakukan karena ada laporan dari wali kelas dan masyarakat terkait siswa yang mewarnai rambut. Guru merasa bertanggung jawab karena selama di sekolah, siswa menjadi tanggung jawab kami,” jelasnya.
Bagi para siswa, sekolah merupakan rumah kedua di mana mereka berharap mendapatkan bimbingan dan perlindungan.
Akan tetapi, bagi beberapa siswi yang terdampak razia tersebut, sekolah justru berubah menjadi tempat yang memberikan tekanan mental.
Potongan rambut yang dilakukan secara asal-asalan serta terkesan “ekstrim” dianggap sebagai bentuk tindakan yang merendahkan martabat.
Update Terbaru
Satu Keluarga Ditemukan Tewas di Tenda Camping Temanggung, Diduga Karena Keracunan Makanan
Jumat / 29-05-2026,20:45 WIB
Latar Belakang dan Pendidikan Mirwan Suwarso, Pemilik Klub Como 1907 yang Baru Saja Tembus Liga Champions
Jumat / 29-05-2026,20:18 WIB
Abdul Khalim Fadlun, Tersangka Pencabulan Santriwati di Pondok Pesantren Padepokan Padang Ati Buaran Pekalongan
Jumat / 29-05-2026,19:58 WIB
RELATED POST
Satu Keluarga Ditemukan Tewas di Tenda Camping Temanggung, Diduga Karena Keracunan Makanan
Jumat / 29-05-2026,20:45 WIB
Latar Belakang dan Pendidikan Mirwan Suwarso, Pemilik Klub Como 1907 yang Baru Saja Tembus Liga Champions
Jumat / 29-05-2026,20:18 WIB
Abdul Khalim Fadlun, Tersangka Pencabulan Santriwati di Pondok Pesantren Padepokan Padang Ati Buaran Pekalongan
Jumat / 29-05-2026,19:58 WIB