Kawan Lama Solution Siap Hadirkan Lebih dari 900 Inovasi Global di Ajang Lab Indonesia 2026
--
Berbagai program unggulan juga kembali dihadirkan, termasuk 21 sesi LabForum (konferensi ilmiah internasional) dan 135 sesi LabTalk (seminar teknis, workshop industri, dan demonstrasi langsung). Program-program ini menjadi sarana berbagi pengetahuan serta diskusi terkait perkembangan teknologi, standar, dan praktik laboratorium berkelanjutan yang relevan dengan kebutuhan masa depan.
Tak hanya itu, tersedia pula program One to One Business Matching yang bertujuan mendorong terjalinnya kerja sama dan kemitraan strategis antar pelaku industri. Dalam sambutannya, Kepala Organisasi Riset Nanoteknologi dan Material BRIN, Prof. Dr. Ratno Nuryadi, menekankan pentingnya kolaborasi dan pertukaran pengetahuan dalam memperkuat ekosistem riset dan industri laboratorium.
Dr. Ratno Nuryadi juga menyampaikan bahwa kemajuan riset dan industri sangat bergantung pada kualitas infrastruktur laboratorium, akses terhadap teknologi modern, serta konektivitas antar pelaku ekosistem. Melalui ajang ini, diharapkan terjadi percepatan transfer teknologi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta terbukanya peluang kolaborasi antara peneliti, industri, dan pemerintah sebagai dasar kemandirian teknologi nasional.
Baca: Profil Thomas Ramdhan: Sosok di Balik Lagu Hits 'Kembalilah Kasih' dan Sejarah Musik Rock Indonesia
Lebih lanjut, Lab Indonesia 2026 dinilai sebagai bagian penting dari ekosistem inovasi nasional yang sejalan dengan visi pembangunan dan peta jalan riset nasional. Dukungan laboratorium yang kuat juga dianggap krusial dalam pengembangan industri manufaktur berbasis teknologi tinggi sesuai dengan Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional (RIPIN).
Peran BRIN dalam acara ini dapat dilihat melalui area Research & Innovation Hub yang menampilkan berbagai inovasi, termasuk aplikasi nanoteknologi seperti nanopartikel emas, serta memberikan kesempatan bagi pengunjung untuk berdiskusi langsung dengan para peneliti.