Pelajar SMA di Surabaya Tewas Usai Dikeroyok Murid Sekolah Lain, Dikabarkan Sempat Alami Patah Tulang dan Geger Otak
--
Kakak kandung korban Hana Novia Kristiani, 32, mengatakan awalnya mendapatkan kabar melalui pesan WhatsApp (WA) bahwa Thomas berada di salah satu rumah sakit Ibu dan Anak kawasan Jalan Manukan Tengah, Minggu 31 Mei pukul 02.30.
Ketika itu, Hana sedang tidak di rumah karena dinas di luar kota. Dirinya meminta teman yang memberikan kabar guna mendatangi memberikan kabar kepada keluarga di rumah Jalan Manukan Yoso II.
Setelah mendapatkan kabar, pihak keluarga di rumah mendatangi rumah sakit dan menanyakan keadaan Thomas. "Saat itu keadaan Thomas tidak sadarkan diri," ujarnya ditemui di rumah Jalan Manukan Yoso II, Kamis 4 Juni petang.
Pihak dokter rumah sakit juga tidak dapat menjelaskan detail analisa awal kondisi korban karena rumah sakit ibu dan anak. Tak lama kemudian disarankan untuk rujuk ke rumah sakit yang lebih besar. Keluarga korban mencari ambulans kemudian membawa Thomas ke RSUD Dr Soetomo. Setelah tiba di rumah sakit, korban dilakukan USG, rontgen dan CT Scan.
Anggota Polrestabes Surabaya lalu ke rumah sakit sebagai upaya meminta visum ketika Thomas masih hidup. "Setelah itu jam 4.30 saya ditelepon kalau Thomas sudah henti jantung dan otaknya sudah tidak berfungsi. Gak lama kemudian pukul 5 pagi Thomas berpulang," jelasnya.
Kanitresmob Satreskrim Polrestabes Surabaya AKP Raditya Herlambang ketika dikonfirmasi membenarkan beberapa pelaku pengeroyokan Thomas telah diamankan di Mapolrestabes Surabaya. "Benar. Masih proses pemeriksaan," ucapnya.