Monday 25th of May 2026

Karyawan Space X Ditemukan Meninggal Dunia Akibat Jatuh dari Ketinggian, Peluncuran Roket Starship V3 Ditunda

Karyawan Space X Ditemukan Meninggal Dunia Akibat Jatuh dari Ketinggian, Peluncuran Roket Starship V3 Ditunda

--

Resiko Kerja 6 Kali Lebih Tinggi

Starbase mencatat tingkat cedera pekerja 6 kali lebih tinggi dibandingkan rata-rata bagi perusahaan manufaktur roket yang setara, serta hampir 3 kali lebih tinggi daripada perusahaan manufaktur kedirgantaraan secara keseluruhan pada tahun 2024.

Baca: Rumah Citra Margaretha Digeledah Penyidik KPK, Imbas dari Penyaluran Dana Kampanye Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko

Baca: Profil dan Biodata Tenxi, Penyanyi Hipdut yang Kini Populerkan Kembali Tren Celana Sagging Tahun 2000an

"Tingkat kecelakaan yang sangat tinggi itu terus belanjut sejak tahun 2019 ketika SpaceX mulai membagikan data kecelakaan kerja Starbase kepada regulator federal," tulis TechCrunch sebagaimana dilansir dari Space.com, Rabu 20 Mei 2026.

Fasilitas Starbase sendiri difungsikan sebagai pusat manufaktur, pengujian, serta peluncuran untuk roket Starship. Teknologi ini masih dikembangkan oleh SpaceX guna mendukung misi pengiriman astronaut menuju Bulan dan Mars. Menembus ketinggian 122 meter, Starship memegang predikat sebagai roket terbesar dan juga paling kuat di dunia saat ini.

Akibat insiden ini, agenda peluncuran roket Starship V3 mengalami perubahan jadwal. Penerbangan yang awalnya ditargetkan lepas landas dari Starbase pada 19 Mei terpaksa diundur menjadi 21 Mei. Pihak SpaceX sejauh ini belum memberikan keterangan resmi terkait alasan penundaan ataupun peristiwa kematian pekerjanya.

Kasus ini kembali mengundang perhatian publik kepada rekam jejak keselamatan kerja di area Starbase. Berdasarkan analisis TechCrunch menggunakan data OSHA pada tahun 2025, kompleks Starbase mempunyai rasio kecelakaan kerja yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan fasilitas manufaktur atau pengujian SpaceX lainnya.

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) adalah upaya perlindungan untuk mencegah kecelakaan dan penyakit akibat kerja. Contoh penerapannya meliputi penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), pelatihan tanggap darurat, manajemen kebersihan area kerja (5S/5R), dan pembuatan prosedur kerja (SOP) yang aman.

Source:

Update Terbaru

RELATED POST