Karyawan Space X Ditemukan Meninggal Dunia Akibat Jatuh dari Ketinggian, Peluncuran Roket Starship V3 Ditunda
--
ARGOSAX – Seorang karyawan meninggal di fasilitas Starbase milik SpaceX pada Jumat 15 Mei 2026 pagi kemarin. Insiden tersebut terjadi menjelang peluncuran roket Starship V3 yang sudah lama dinanti.
Insiden tersebut terjadi pada pukul 4.00 waktu lokal Texas, menurut laporan San Antonio Express-News. U.S. Occupational Safety and Health Administration (OSHA), yang bertugas mengawasi keselamatan tempat kerja, dengan sigap menyelidiki insiden tersebut.
Otoritas setempat belum mengidentifikasi karyawan yang meninggal dunia. Akan tetapi, Wall Street Journal mengungkapkan kepada sumber yang mengatakan almarhum merupakan karyawan kontrak yang bertugas membangun fasilitas Starbase kemudian meninggal setelah jatuh.
Baca: Dugaan Penyalahgunaan Kredit SK Pensiun BRI Sumenep, Pihak Bank Tutupi Banyaknya Kejanggalan
Starbase merupakan pusat fasilitas manufaktur, uji coba, dan peluncuran roket Starship yang sedang dikembangkan SpaceX untuk membawa astronaut ke Bulan dan Mars. Dengan tinggi mencapai 122 meter, Starship merupakan roket terbesar serta paling bertenaga yang pernah ada.
SpaceX sedang bersiap meluncurkan roket Starship V3 yang mulanya dijadwalkan terbang dari Starbase pada 19 Mei kemarin, namun kemudian diundur menjadi 21 Mei. SpaceX belum memberikan alasan di balik penundaan tersebut, dan belum berkomentar soal kematian pekerja di Starbase.
Insiden ini kembali menyoroti tingkat kecelakaan kerja di Starbase. Menurut hasil analisis TechCrunch menggunakan data OSHA pada tahun 2025, Starbase memiliki tingkat kecelakaan kerja yang lebih tinggi dibandingkan fasilitas manufaktur atau pengujian SpaceX lainnya.