Den Gus Thuba Kediri Resmi Dirikan Organisasi Rohani Yakuza Maneges, Deklarasikan Perubahan Positif Bagi Para Santri
--
Filosofi Nama Yakuza Maneges
Gus Thuba selaku Ketua Umum sekaligus inisiator menjelaskan bahwa nama tersebut diambil dari istilah Jawa Kuno yang memiliki makna pemusatan jiwa kepada Sang Pencipta. Kehadiran kelompok ini dinilai bukan sebagai organisasi kriminal, namun simbol perubahan bagi para anggotanya.
“Selaku inisiator, pendiri dan pimpinan yang juga merupakan istilah Jawa Kuno Makuno tentang memusatkan seluruh jiwa dan raga kepada sang pencipta, maka di sini, bukan lagi identitas organisasi kriminal tapi simbol transformasi para petarung,” jelas Gus Thuba, Ketua Umum Yakuza Maneges.
Pimpinan organisasi ini menekankan bahwa posisi kelompoknya terhadap negara dan hukum yang berlaku di Indonesia. Penekanan tersebut dilakukan sebagai upaya menepis opini negatif masyarakat terkait tujuan berdirinya organisasi di wilayah Kediri tersebut.
“Di bawah pimpinan saya, organisasi ini berdiri dengan semangat spiritual dan kemanusiaan yang kuat. Yakuza Maneges merupakan tempat bagi saudara-saudara kita yang sering kita sebut sebagai santri jalur kiri,” jelas Gus Thuba, Ketua Umum Yakuza Maneges.
Istilah santri jalur kiri digunakan untuk merujuk pada orang-orang yang pernah mengambil jalan hidup yang keliru di masa lalu. Kelompok ini memfokuskan diri pada pembinaan utnuk mereka yang ingin meninggalkan dosa serta memperbaiki kualitas hidupnya secara rohani.
Meskipun penjelasan terkait filosofi nama telah disampaikan, reaksi warganet di media sosial tetap beraneka ragam terkait pemilihan identitas organisasi tersebut. Masyarakat menyoroti kemiripan nama kelompok ini dengan organisasi kriminal asal Jepang meski secara fungsional dieketahui memiliki visi yang berbeda.