Profil Hasan Nasbi, Pejabat yang Resmi Dilantik Sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi Oleh Prabowo
--
Profil dan Perjalanan Karir Hasan Nasbi
Hasan Nasbi lahir di Bukittinggi, Sumatera Barat, pada 11 Oktober 1979. Ia mengemban pendidikan tinggi di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, jurusan Ilmu Politik. Sejak awal, dia terkenal memiliki ketertarikan kuat pada isu politik dan komunikasi publik, yang kemudian menjadi fondasi utama kariernya.
Baca: Tugas Penyelia TKA (Tes Kemampuan Akademik) SD dan SMP Lengkap Dengan Syarat dan Jam Kerjanya
Karier profesional Hasan dimulai sebagai jurnalis pada 2005–2006. Setelah itu, ia beralih menjadi peneliti di Pusat Kajian Politik Universitas Indonesia pada periode 2006–2008. Pengalaman tersebut membentuk perspektifnya pada membaca dinamika politik nasional, sekaligus membuka jalan guna mendirikan lembaga survei politik.
Pada 2010, Hasan mendirikan Cyrus Network, lembaga survei dan konsultan politik yang cukup dikenal di Indonesia. Bersama lembaga ini, ia diketahui terlibat pada berbagai strategi komunikasi politik serta kampanye elektoral, menjadikannya salah satu konsultan yang diperhitungkan di lingkaran elit politik.
Namanya semakin dikenal luas ketika menjadi juru bicara tim pemenangan pasangan Prabowo Subianto–Gibran Rakabuming Raka dalam Pemilihan Presiden 2024.
Melalui bursa reshuffle terbaru, Hasan Nasbi disebut akan mengisi posisi Utusan Khusus Presiden Bidang Komunikasi—peran yang dinilai sesuai dengan rekam jejaknya. Jika terealisasi, jabatan tersebut akan menempatkannya kembali di lingkar inti kekuasaan sebagai penasihat komunikasi Presiden, sekaligus memperkuat posisi komunikasi politik pemerintah.
Pelantikan ini seringkali dilakukan secara hibrid (fisik dan daring) di berbagai lembaga. Pejabat yang dilantik dituntut menjunjung tinggi integritas, profesionalisme, dan bertanggung jawab terhadap tugasnya.